Jakarta, 24 Juni 2016 – Emiten dengan kode saham MKNT, memaparkan kinerja perseroan untuk tahun buku 2015. Laba bersih perseroan menurun sebesar 34,13 % dibandingkan kinerja pada tahun sebelumnya.

Laba bersih tahun 2015 tercatat sebesar Rp 4,51 M lebih rendah dibandingkan dengan laba bersih pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp 6,85 M. Penurunan tersebut sebanding dengan penurunan penjualan yang dialami perusahaan yang hanya mencapai Rp 608,2 M pada tahun 2015, sementara pada tahun sebelumnya mencapai Rp 847,47 M.

Direktur Utama MKNT, Jefri Junaedi, mengatakan penurunan tersebut disebabkan karena perseroan telah mengambil keputusan untuk menghentikan kerjasama penjualan isi ulang pulsa CDMA sekaligus dengan program handset bundling dari operator CDMA.

“ Sehingga hal tersebut berdampak pada penurunan pendapatan pulsa isi ulang dan handset bundling. Tetapi persentase penurunan penjualan pusla dan device tersebut dapat diantisipasi dengan lonjakan penjualan modem Mi-Fi dengan persentase yang signifikan yaitu mencapai 195%,” jelasnya.

Namun bila melihat kinerja perseroan  pada Q1 tahun 2016, perolehan laba bersih perseroan kembali ke tren penguatan. Tercatat, hingga akhir maret 2016 laba bersih meningkat sebesar 109,25 %.

PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT). Salah satu emiten yang bergerak di bidang distribusi produk-produk telekomunikasi seperti smartphone dan gadget dan  bisnis voucher isi ulang pulsa. Saat ini emiten tercatat memiliki tiga entitas anak yaitu PT Telering Onyx Pratama (TOP), PT Mitra Sarana Berkat (MSB), dan PT Mitra Telindo Nusantara (MTN).