TAMBAH SAHAM BARU, MKNT TARGETKAN 1,2 T UNTUK MODAL ANAK USAHA

Jakarta, 16 Oktober 2017 – Perusahaan telekomunikasi berbasis digital PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) hari ini mengumumkan rencana penerbitan saham baru diikuti waran lewat mekanisme right issue atau Penambahan Modal Hak Memesan Efek Terlebih dahulu (PMHMETD)

  

Dalam rencana ini, MKNT akan menerbitkan sebanyak-banyaknya empat miliar saham baru dengan harga Rp 20 per lembar saham. Penerbitan saham ini juga akan diikuti dengan opsi waran kepada pemegang saham lama.

Direktur Utama MKNT Jefri Junaedi menyatakan, keputusan right issue merupakan langkah strategis Perseroan untuk mendapatkan suntikan dana segar dari investor. Penerbitan saham diikuti waran ditargetkan bisa meraup dana senilai Rp 1,2 triliun yang diperoleh dari penerbitan saham sebanyak Rp 600 miliar dan Rp 612,5 miliar dari waran,  yang mana dana aksi korporasi ini akan digunakan untuk penguatan modal kerja anak usaha.

 “Alokasi utama dana dari right issue akan kami arahkan ke belanja modal anak usaha. Kami melihat produktivitas anak usaha sangat tinggi sehingga diperlukan dukungan finansial misalnya untuk tambahan stok pembelian pulsa,” jelas Roby. Saat ini PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk memiliki tiga entitas anak usaha, antara lain PT Kioson Komersial Indonesia Tbk. (Kioson), PT Mitra Sarana Berkat (MSB) dan PT Mitra Telindo Nusantara (MTN).

Penerbitan saham diikuti waran ini membuka kesempatan bagi pemilik saham lama MKNT untuk menambah asetnya. Rasio yang ditetapkan Perseroan adalah setiap pemegang dua puluh saham lama berhak atas delapan saham baru ditambah tujuh lembar waran. Perseroan berencana untuk menerbitkan 1.750.000.000 lembar waran guna menarik minta investor loyal MKNT.

Perseroan telah mendapat persetujuan dari para pemegang saham lewat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) yang dilaksanakan pada hari ini (16/10). “Selain memberikan restu untuk menambah saham baru, RUPS LB juga menghasilkan keputusan perubahan struktur organisasi baru Perseroan,” tambah Roby.

 

Hasil RUPS LB yang digelar di Kawasan Mega Kuningan, Jakarta tersebut menyetujui pengangkatan Syarif Syarial Ahmad sebagai Direktur Independen menggantikan Direktur sebelumnya, Ivan Ekancono.

Setelah mengantongi izin dari pemegang saham, MKNT kemudian akan mulai menyusun rencana jadwal penerbitan saham baru tersebut serta target harga penawaran saham baru dan waran. Perseroan mematok agenda pelaksanaan right issue MKNT maksimal dilakukan tahun depan.

 

Berdiri sejak tahun 2008, bisnis MKNT fokus kepada tiga aspek utama di industri telekomunikasi yakni perdagangan umum telepon seluler (ponsel), gadget (smartphone, tablet) dan voucher isi ulang. Perseroan bekerjasama dengan operator telekomunikasi PT Telkomsel Indonesia Tbk dalam mendistribusikan voucher isi ulang dengan Produk Ponsel Perseroan, maupun dijual secara Wholesale atau retail langsung kepada pengguna.